Analisa Dampak Lingkungan Pantai Dok II


 1.1  Latar Belakang
Kota jayapura sebagai ibukota provinsi, maupun sebagai ibukota kotamadya, merupakan kota yang sedang berkembang. Dengan beragamnya aktifitas masyarakat, yang didukung oleh tersedianya prasarana dan sarana yang memadai. Sehingga dalam rutinitas kegiatanya sampai tingkat stress yang hingga. Masyarakat membutuhkan ruang publik. Ruang publik merupakan suatu ruang yang terbentuk (dengan pembatasnya didominasi oleh unsur alam atau unsur-unsur bidang linier yang Saling bertemu yaitu, bidang-bidang dasar/ alas, bidang-bidang vertical dan bidang penutup) atau didesain sedemikian rupa sehingga ruang tersebut dapat menampung sebagian besar orang dalam aktivitas-aktivitas yang bersifat publik sesuai dengan fungsi publik space tersebut. Menurut Sudibyo (1981) publik yang menggunakan ruang tersebut mempunyai kebebasan dalam aksesibilitas (tanpa harus dipunggut bayaran/gratis/free).[1]
Dari uraian diatas kita dapat mengidentikasi lokasi pantai dok II sebagai ruang publik. Pantai dok II sebagai ruang publik dengan tujuan kegiatan rekresi. Kegunaan pantai dok II sebagai ruang publik adalah menyediakan ruang terbuka bagi kota jayapura.
Peraturan yang terkait dengan pantai dok II sebagai sebagai ruang publik dan lingkungan antara lain :
a.       Undang undang No. 23 th 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup
b.      Peraturan pemerintah No. 27 th 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
c.       Peraturan Menteri Negara Lingkungan No. 11 th  2006 tentang Jenis Rencana Usaha dan atau Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi dengan AMDAL
d.      Peraturan Menteri Negara tentang lingkungan Hidup No. 08 th 2006 tentang Pedoman Penyusunan Analsis Mengenai Dampak Lingkungan
Landasan kebijaksanaan pengelolaan lingkungan hidup adalah Undang-undang No. 23 th 1997. Kaitan kegiatan rekreasi pada ruang terbuka di pantai dok II dengan dampak yang ditimbulkan adalah timbulan sampah di beberapa titik/tempat di pantai dok II.

1.2  Tujuan dan Manfaat Studi
Tujuan dilaksanakannya studi ANDAL adalah :
a.       Mengidentifikasi semua kegiatan dikawasan Pantai Dok II terutama yang menimbulkan dampak lingkungan
b.      Mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak
c.       Memprakirakan dan mengevaluasi  kegiatan di kawasan Pantai Dok II yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan.
d.      Merumuskan RKL dan RPL

Kegunaan dilaksanakannya studi ANDAL adalah :
a.       Bahan bagi perencana pembangunan wilayah
b.      Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari kegiatan di kawasan Pariwisata pantai Dok II
c.       Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan
d.      Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari kegiatan rekreasi pantai dok II




















RUANG LINGKUP STUDI

Bab ruang lingkup studi mencakup tentang kajian dampak besar dan penting yang ditelaah serta wilayah studi.

2.1    Dampak Yang Di Telaah
a.       Kawasan Pantai Dok II sebagai ruang tetrbuka dengan kegiatan rekreasi sebagai kegiatan utama memberikan dampak limbah berupa sampah anorganik (sampah plastik) di pesisir pantai.
b.      Rona lingkungan hidup yang terkena dampak antara lain : air laut, biota laut (ikan, terumbu karang). Dampak limbah berupa sampah anorganik pada air laut menjadikan laut sebagai media  penyebaran sampah. Selain itu dampak lainnya adalah biota laut seperti ikan, terumbu karang, dll populasinya berkurang.
c.       Jenis-jenis kegiatan yang ada disekitar lokasi adalah : renang umum (warga kota jayapura), selam (Badan SAR), (olah raga) jogging, pada hari libur seperti hari minggu Pedagang Kaki Lima sangat ramai hal ini memicu timbulan sampah dipesisir pantai. Mengenai timbulan sampah, Lihat lampiran dokumentasi.

2.2    Wilayah Studi
Linkup wilayah studi adalah pesisir pantai dok II. yang berbatasan langsung dengan kantor gubernur, dan menghadirkan pemadangan teluk Yos Sudarso. Lihat gambar 1 Lokasi Taman Rekreasi Pantai Dok II, termasuk dalam wilayah administratif kota Jayapura, penaganan sampah yang menjadi dampak yang ditelaah selama ini di tangani oleh DKP Kota Jayapura (Dinas Kebersihan dan Pemakaman) lihat Peta Administratif Kota Jayapura. Wilayah Kota Jayapura dengan luas wilayah 940 Km2 terletak diantara1300-141Bujur Timur dan 10271-30491Lintang Selatan. Batas wilayah Kota Jayapura meliputi ;
  • Sebelah utara berbatasan Samudera Pasifik,
  • Sebelah selatan berbatasan Distrik Arso Kabupaten Kerom,,
  • Sebelah timur berbatasan Papua New Guinea dan
  • Sebelah barat berbatasan Distrik Depapre Kabupaten
Menurut pencatatanBadan Meteorologi dan Geofisika wilayah V Jayapura Tahun 2005 suhu udara rata-rata 23,0 o -32,2 o C. Kelembaban udara berkisar antara 77-83 persen, sedang curah hujan tertinggi pada bulan Maret 2005 yaitu 500 mm dan terendah bulan Desember 2005 yaitu 100 mm.


METODE STUDI


3.1    Metode Pengumpulan dan Analisis Data
a.       Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer melalui metode observasi visual(pengamatan langsung) yang bersifat sahih. Kami lampirkan beberapa dokumentasi kami saat melakukan observasi.
b.      Metode pengumpulan data dengan pengamatan langsung dapat bersifat sahih bila kita menghubungkan antara observasi dilapangan dengan beberapa literatur terkait. Metode analisis yang digunakan adalah metode fisher & daves. Alat yang digunakan dalam menunjang metode pengambilan data (observasi), kami gunakan  adalah Handphone ( dengan fungsi kamera) wawancara.
c.       Sedang untuk data demografi, sosial ekonomi, sosial budaya pertahanan dan keamanan dan kesehatan masyarakat kami menggunakan metode pengumpulan data sekunder pada instansi : BPS

3.2    Metode Prakiraan Dampak Besar dan Penting
Kami menggunakan metode modifikasi dari metoda Leopold. Modifikasi metoda Leopold ini terutama menyangkut beberapa hal :
a.       Banyak komponen Lingkungan tidak pasti harus 88 buah, tetapi dapat kurang atau lebih sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
b.      Banyaknya aktifitas proyek tidak harus 100 buah, melainkan dapat dikurangi, tetapi ditentukan dan dipilih aktivitas-aktivitas yang paling menonjol dan memberi dampak.
c.       Besaran dampak atau nilai ”Magnitude” diganti menjadi besaran skala kualitas lingkungan.
d.      Skala besarnya dan pentingnya dampak lingkungan di ganti dengan besarn kepentingan komponen lingkungan terhadap proyek, sektor dan wilayah (lokal, regional dan nasional).
e.       Pada  tabel evaluasi dampak, nilai-nilai skala ”magnitude” atau tingkat besaran dampak yang diganti menjadi nilai skala kualitas atau kondisi lingkungan dalam tabel matriks evalusi dampak metoda matriks leopold yang dimodifikasi.


RENCANA KEGIATAN KAWASAN TAMAN REKREASI DOK II



4.1    Tujuan Kegiatan Taman Rekreasi Pantai Dok II
Tujuan rencana kegiatan rekreasi di pantai Dok II maksud rencana kegiatan wisata di pantai dok II agar menjadi salah satu altenatif kawasan rekreasi tanpa biaya masuk dan letaknya di tengah kota. Tujuan kegiatan rekreasi pantai dok II adalah menyediakan ruang terbuka pada pusat kota bagi warga.

4.2    Kegunaan dan Keperluan Kegiatan Taman Rekreasi Pantai Dok II
a.       Sebagai ruang publik yang pembatasnya didominasi oleh unsur alam (natural), maka ruang yang terbentuk disebut open space ” ruang terbuka” . Kegunaan pantai dok II adalah sebagi ruang terbuka yang dibutuhkan masyarakat.
b.      Menyediakan ruang terbuka yang befungsi sebagai tempat rekreasi.
c.       Keperluan Pemda baik pemda Provinsi maupun pemda kota madya menyediakan ruang publik yang memberikan suasana nyaman, tenang guna penyegaran kembali ‘refresh’ diakhir pekan.
d.      Keperluan Badan SAR  guna latihan evakuasi korban bencana alam.
e.       Keperluan masyarakat akan ruang publik yang berfungsi sebagai ruang terbuka sekaligus taman rekreasi

4.3    Keterkaitan Proyek dengan Kegiatan Lain Di Sekitarnya
Kegiatan yang berada disekitar lokasi pantai dok II adalah
·         kegiatan pemerintahan-kantor Gubernur,
·         kegiatan nelayan-warga disekitar,
·         kegiatan selam Badan SAR
·         kegiatan rekreasi warga ( renang, jogging, dan internet gratis)






RONA LINGKUNGAN HIDUP

Dalam bab ini hendak dikemukakan rona lingkungan hidup selengkapnya
5.1    Fisik Kimia
1)      Iklim dan Kualitas Udara
Tabel 5.1
Rata-rata Curah hujan dan Hari hujan
pada Stasion Dok II Kota Jayapura
Average of Rain Falls at and raindays Dok II Station
Jayapura Municipality 2005
Bulan
Curah Hujan
Hari Hujan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
188
188
500
405
187
113
-
161
136
149
-
183
17
18
19
11
14
10
-
11
14
15
-
4
Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura
Secara umum beriklim Tropis dengan suhu rata-rata 28ºC dan kelembaban udara 82%.Musim Hujan berkisar antara bulan Juli s/d bulan September dengan curah hujan maksimum pada bulan Februari.
Daerah Jayapura merupakan daerah gunung dan lembah dengan ketinggian rata-rata 0-300 m DPL. Secara morfologi kota Jayapura merupakan dataran pantai dan pegunungan sedangkan Kabupaten merupakan dataran pegunungan dan dataran rendah yang bergelombang dengan kemiringan berkisar antara 0° – 10° yang ditutupi oleh endapan aluvioil. Pada dataran pegunungan mengalir sungai kecil kelaut dan kedanau.

2)      Fisisografi
Keseluruhan kawasan Kota dan Kabupaten Jayapura merupakan dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 100-500 m diatas permukaan air laut.
Pegunungan yang ada diwilayah kabupaten Jayapura antara lain adalah pegunungan Vanress, Gauter, Foja, Benggo, Karamar, Cycloop dan Irier. Pegunungan Vanress terdapat didaerah Mamberamo melewati Mamberamo Tengah dan Hulu bersambungan dengan pegunungan Gauter, Foja dan Benggo. Jalur pegunungan ini membelok keselatan bersambungan dengan pegunungan Karamar yang membentang sepanjang daerah perbatasan. Pegunungan Cycloop membentuk pegunungan sebelah utara yang meliputi Kecamatan Sentani dan Depapre. Dengan kondisi topografi sebagaimana diuraikan diatas, sebagian besar masyarakat akan sulit memperoleh air karena secara topografi sulit untuk membuat sumber air cukup besar. Dengan demikian kondisi topografi merupakan kekuatan. Topografi wilayah Jayapura cukup bervariasi mulai dari dataran yang landai, berbukit, / gunung terdapat ± 60% areal yang tidak layak dihuni karena tampak perbukitan yang terjal dengan kemiringan diatas 40%, rawa-rawa berstatus konservasi atau hutan lindung. Kota Jayapura berada pada ketinggian 1 – 700 meter diatas permukaan laut. Hanya ± 40% lahan yang layak huni sebagian besar lahan tersebut terdapat di distrik Muara Tami yang berbatasan dengan negara Papua New Guinea.

3)      Hidrologi
Secara geologi lapisan tanah Kota Jayapura mayoritas terbentuk dari daerah rawa yang ditimbun oleh tanah padat (karang), kondisi demikian menyebabkan adanya kesulitan untuk memperoleh air tanah, kalaupun ada maka berdasarkan hasil analisa air tersebut mengandung zat kapur, mangan, zat besi,  yang cukup tinggi.

4)      Ruang, lahan, dan tanah

5.2    Biologi
1)      Flora
Keadaan Flora (tumbuhan) Pantai Dok II, di taman pantai dok II terdapat 2 pohon cemara dan sejenis tanaman hias (pohon) di sepanjang jalur pejalan kaki (trotoar) sedangkan untuk flora yang di pantai (air) tidak nampak secara langsung keberadaan rumput laut, atau jenis tumbuhan air yang lain,

2)      Fauna
Keadaan fauna (hewan) pantai Dok II dari hasil pengamatan saya antara lain ikan ‘poro bibi’ dan jenis ikan hias lainnya yang ukurannya kecil-kecil. Fauna yang masih ada telah beradaptasi dengan keadan sekarang. Sehingga fauna yang dapat bertahan dalam perubahan ekosistem pantai Dok II hanya seperti yang telah saya sebutkan. Dari hasil pengamatan saya dahulu ada sebuah restoran yang mengambil posisi tepat di samping Pantai Dok II sekarang telah di bongkar( perihal ini saya tidak mengetahuinya lebih jauh) sehingga dengan berkurangnya aktifitas di bagian pantai dok II yang lain akan memberikan peluang bagi Fauna laut seperti ikan dapat bermain ke tempat tersebut (karena pada saat observasi saya melihat ada beberapa bapak yang sedang memancing di reruntuhan bekas cafe).

5.3    Sosial
Komponen sosial yang penting untuk ditelaah anatarnya :
1)      Demografi
Demografi (penduduk)  kota jayaypura. Pantai dok II sebagai taman rekreasi di kota Jayapura sering di kunjungi oleh warga kota Jayapura.
Tabel 5.1
Jumlah Penduduk Kota Jayapura
Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin
Population of Jayapura Municipality by Age Group and Sex,2005
Kelompok Umur
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
0-4
5-9
10-14
15-19
20-24
25-29
30-34
35-39
40-44
45-49
50-54
55-59
60-64
65+

17.005
13.742
9.178
7.151
11.133
13.001
14.975
11.431
5.935
3.365
5.374
2.051
878
797
13.508
10.947
8.067
6.934
10.684
17.081
13.194
7.708
4.331
3.993
2.603
1.192
557
1.012
30.513
24.689
17.245
14.085
21.817
30.082
28.169
19.139
10.266
7.588
7.977
3.243
1.435
1.809
Jumlah
116.216
101.811
218.027
Sumber : BPS Kota Jayapura

2)      Ekonomi
Tabel 5.3
Pendapatan Domestik Regional Bruto
Kota Jayapura
RINCIAN
2000
2002
2003
2004
2005
2006
F  PDRB ADHK (Jutaan Rupiah)
1.177.297,61
1.333.477,04
1.445.952,77
1.578.263,94
1.713.480,92
1.931.666,93
F  JUMLAH PENDUDUK  PERTENGAHAN TAHUN
174.138
190.845
199.790
200.192
200.360
213.753
F  PDRB PER KAPITA ADHK ( Rupiah)
6.760.716,27
6.987.225,44
7.237.363,08
7.883.751,30
8.552.010,98
9.036.911,44
Sumber : PRODUK DOMESTIK BRUTO KOTA JAYAPURA 2006/2007




































PRAKIRAAN DAMPAK BESAR DAN PENTING


6.1    Prakiraan Dampak Kegiatan
Kami menggunakan metoda modifikasi dari matriks Leopold
1)  Tabel Penilaian
Tabel 6.1 Penilaian dan Evaluasi terhadap Komponen Lingkungan
1
Macam
Skala
Besaran (%)
Tafsiran
2
Keadaan Komponen Lingkungan
1
2
3
4
5
1-20
21-40
41-60
61-80
81-100
Sangat Buruk
Buruk
Sedang
Baik
Sangat Baik
3
Kepentingan Komponen Lingkungan
1
2
3
4
5
1-20
21-40
41-60
61-80
81-100
Kurang Penting
Cukup Penting
Penting
Lebih Penting
Sangat Penting
4
Keadaan Kualitas Lingkungan
1
2
3
4
5
1-20
21-40
41-60
61-80
81-100
Sangat Buruk
Buruk
Sedang
Baik
Sangat Baik
5
Tafsiran Dampak
1
2
3
4
5
1-20
21-40
41-60
61-80
81-100
Dampak Sangat Kecil
Dampak Kecil
Dampak Sedang
Dampak Besar
Dampak Sangat Besar


Tabel 6.2 Matriks Prakiraan Dampak Metoda Modifikasi dari Metoda Leopold
   Aktivitas


Komponen
Renang
Jogging
Hot Spot (Internet Gratis)
Latihan Evakuasi SAR
PKL
Jumlah
Udara
3
         2
3
        2
3
                  2
3
           2
3
        4
15/12
Cuaca
3
         2
  3
         1
3
                  1
3
           1
3
        5
15/10
Air
3
         5       
3
         5
3
                 5
3
          5
3
         4
15/24
Pasir
3
           3
3
         3
3
               3
3
          3
3
         3
15/15
Fauna
2
          3
2
       3
2
                    3
2
           3
2
         3
10/15
Flora
3
         4
3
        4
3
               4
3
          4
          5
15/21
Jumlah

17
          17
17
         17
17
                17
17
            17
17
         24
85 / 97
Sumber : Hasil Analisa


Keterangan simbol :
+  =  Dampak Positif
-   =  Dampak Negatif
M  =  Tingkat Besar Dampak
I    =  Tingkat Kepentingan Dampak


6.2    Penetuan Arti Penting
Tabel 6.3 Penentuan Arti Penting
   Aktivitas


Komponen
Renang
Jogging
Hot Spot
(Internet Gratis)
Latihan Evakuasi SAR
PKL
Jumlah
Udara
Cukup penting
        
Cukup Penting

Cukup Penting
Cukup Penting
Lebih Penting
15/9
Cuaca
Cukup Penting
Cukup Penting
Cukup Penting
Cukup Penting
Lebih Penting
15/10
Air
Sangat Penting      
Cukup Penting
Cukup Penting
Sangat Penting
Lebih Penting
15/24
Pasir
Sangat Penting
Cukup Penting
Lebih Penting
Cukup Penting
Lebih Penting
15/15
Fauna
Sangat penting
Kurang Penting
Kurang Penting
Kurang Penting
Cukup Penting
10/15
Flora
Cukup Penting
Sangat Penting
Cukup Penting
Lebih Penting
Lebih penting
15/21
Jumlah






85 / 94

6.3    Kegiatan Yang menimbulkan Dampak Besar dan Penting
Sehingga kegiatan yang menimbulkan Dampak Besar dan Penting adalah Kegiatan PKL ketika hari libur (hari minggu) dan Hot Spot (internet gratis), merupakan kegiatan yang berkait dengan banyak orang dan akibat lingkungan yang akan dihadapi penting untuk di cegah (mitigasi)



















EVALUASI DAMPAK BESAR DAN PENTING


Bab ini memberikan uraian mengenai hasil telaahan dampak besar dan penting dari rencana kegiatan. Hasil evaluasi ini selanjutnya

   Aktivitas


Komponen
Renang
Jogging
Hot Spot
(Internet Gratis)
Latihan Evakuasi SAR
PKL
Jumlah
Udara
Cukup penting
        
Cukup Penting

Cukup Penting
Cukup Penting
Dampak Sedang
15/9
Cuaca
Cukup Penting
Cukup Penting
Cukup Penting
Cukup Penting
Dampak Sedang
15/10
Air
Sangat Penting      
Cukup Penting
Cukup Penting
Sangat Penting
Dampak Besar
15/24
Pasir
Sangat Penting
Cukup Penting
Lebih Penting
Cukup Penting
Dampak Sedang
15/15
Fauna
Sangat penting
Kurang Penting
Kurang Penting
Kurang Penting
Dampak Sedang
10/15
Flora
Cukup Penting
Sangat Penting
Cukup Penting
Lebih Penting
Dampak Besar
15/21
Sosial

Sangat Penting
Kurang Penting
Sangat Penting
Cukup Penting
Dam pak Sedang
85 / 94


[1] Artikel internet. Kata kunci ‘ figure-ground’ pada website Google.

Komentar

Postingan Populer