Analisa Dampak Lingkungan Pantai Dok II
Dari uraian diatas kita dapat mengidentikasi lokasi pantai dok II sebagai ruang publik. Pantai dok II sebagai ruang publik dengan tujuan kegiatan rekresi. Kegunaan pantai dok II sebagai ruang publik adalah menyediakan ruang terbuka bagi kota jayapura.
Peraturan yang terkait dengan pantai dok II sebagai sebagai ruang publik dan lingkungan antara lain :
a. Undang undang No. 23 th 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup
b. Peraturan pemerintah No. 27 th 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
c. Peraturan Menteri Negara Lingkungan No. 11 th 2006 tentang Jenis Rencana Usaha dan atau Kegiatan Yang Wajib Dilengkapi dengan AMDAL
d. Peraturan Menteri Negara tentang lingkungan Hidup No. 08 th 2006 tentang Pedoman Penyusunan Analsis Mengenai Dampak Lingkungan
Landasan kebijaksanaan pengelolaan lingkungan hidup adalah Undang-undang No. 23 th 1997. Kaitan kegiatan rekreasi pada ruang terbuka di pantai dok II dengan dampak yang ditimbulkan adalah timbulan sampah di beberapa titik/tempat di pantai dok II.
1.2 Tujuan dan Manfaat Studi
Tujuan dilaksanakannya studi ANDAL adalah :
a. Mengidentifikasi semua kegiatan dikawasan Pantai Dok II terutama yang menimbulkan dampak lingkungan
b. Mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak
c. Memprakirakan dan mengevaluasi kegiatan di kawasan Pantai Dok II yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan.
d. Merumuskan RKL dan RPL
Kegunaan dilaksanakannya studi ANDAL adalah :
a. Bahan bagi perencana pembangunan wilayah
b. Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan dari kegiatan di kawasan Pariwisata pantai Dok II
c. Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan
d. Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari kegiatan rekreasi pantai dok II
RUANG LINGKUP STUDI
Bab ruang lingkup studi mencakup tentang kajian dampak besar dan penting yang ditelaah serta wilayah studi.
2.1 Dampak Yang Di Telaah
a. Kawasan Pantai Dok II sebagai ruang tetrbuka dengan kegiatan rekreasi sebagai kegiatan utama memberikan dampak limbah berupa sampah anorganik (sampah plastik) di pesisir pantai.
b. Rona lingkungan hidup yang terkena dampak antara lain : air laut, biota laut (ikan, terumbu karang). Dampak limbah berupa sampah anorganik pada air laut menjadikan laut sebagai media penyebaran sampah. Selain itu dampak lainnya adalah biota laut seperti ikan, terumbu karang, dll populasinya berkurang.
c. Jenis-jenis kegiatan yang ada disekitar lokasi adalah : renang umum (warga kota jayapura), selam (Badan SAR), (olah raga) jogging, pada hari libur seperti hari minggu Pedagang Kaki Lima sangat ramai hal ini memicu timbulan sampah dipesisir pantai. Mengenai timbulan sampah, Lihat lampiran dokumentasi.
2.2 Wilayah Studi
Linkup wilayah studi adalah pesisir pantai dok II. yang berbatasan langsung dengan kantor gubernur, dan menghadirkan pemadangan teluk Yos Sudarso. Lihat gambar 1 Lokasi Taman Rekreasi Pantai Dok II, termasuk dalam wilayah administratif kota Jayapura, penaganan sampah yang menjadi dampak yang ditelaah selama ini di tangani oleh DKP Kota Jayapura (Dinas Kebersihan dan Pemakaman) lihat Peta Administratif Kota Jayapura. Wilayah Kota Jayapura dengan luas wilayah 940 Km2 terletak diantara1300-1410 Bujur Timur dan 10271-30491Lintang Selatan. Batas wilayah Kota Jayapura meliputi ;
- Sebelah utara berbatasan Samudera Pasifik,
- Sebelah selatan berbatasan Distrik Arso Kabupaten Kerom,,
- Sebelah timur berbatasan Papua New Guinea dan
- Sebelah barat berbatasan Distrik Depapre Kabupaten
Menurut pencatatanBadan Meteorologi dan Geofisika wilayah V Jayapura Tahun 2005 suhu udara rata-rata 23,0 o -32,2 o C. Kelembaban udara berkisar antara 77-83 persen, sedang curah hujan tertinggi pada bulan Maret 2005 yaitu 500 mm dan terendah bulan Desember 2005 yaitu 100 mm.
METODE STUDI
3.1 Metode Pengumpulan dan Analisis Data
a. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer melalui metode observasi visual(pengamatan langsung) yang bersifat sahih. Kami lampirkan beberapa dokumentasi kami saat melakukan observasi.
b. Metode pengumpulan data dengan pengamatan langsung dapat bersifat sahih bila kita menghubungkan antara observasi dilapangan dengan beberapa literatur terkait. Metode analisis yang digunakan adalah metode fisher & daves. Alat yang digunakan dalam menunjang metode pengambilan data (observasi), kami gunakan adalah Handphone ( dengan fungsi kamera) wawancara.
c. Sedang untuk data demografi, sosial ekonomi, sosial budaya pertahanan dan keamanan dan kesehatan masyarakat kami menggunakan metode pengumpulan data sekunder pada instansi : BPS
3.2 Metode Prakiraan Dampak Besar dan Penting
Kami menggunakan metode modifikasi dari metoda Leopold. Modifikasi metoda Leopold ini terutama menyangkut beberapa hal :
a. Banyak komponen Lingkungan tidak pasti harus 88 buah, tetapi dapat kurang atau lebih sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
b. Banyaknya aktifitas proyek tidak harus 100 buah, melainkan dapat dikurangi, tetapi ditentukan dan dipilih aktivitas-aktivitas yang paling menonjol dan memberi dampak.
c. Besaran dampak atau nilai ”Magnitude” diganti menjadi besaran skala kualitas lingkungan.
d. Skala besarnya dan pentingnya dampak lingkungan di ganti dengan besarn kepentingan komponen lingkungan terhadap proyek, sektor dan wilayah (lokal, regional dan nasional).
e. Pada tabel evaluasi dampak, nilai-nilai skala ”magnitude” atau tingkat besaran dampak yang diganti menjadi nilai skala kualitas atau kondisi lingkungan dalam tabel matriks evalusi dampak metoda matriks leopold yang dimodifikasi.
RENCANA KEGIATAN KAWASAN TAMAN REKREASI DOK II
4.1 Tujuan Kegiatan Taman Rekreasi Pantai Dok II
Tujuan rencana kegiatan rekreasi di pantai Dok II maksud rencana kegiatan wisata di pantai dok II agar menjadi salah satu altenatif kawasan rekreasi tanpa biaya masuk dan letaknya di tengah kota . Tujuan kegiatan rekreasi pantai dok II adalah menyediakan ruang terbuka pada pusat kota bagi warga.
4.2 Kegunaan dan Keperluan Kegiatan Taman Rekreasi Pantai Dok II
a. Sebagai ruang publik yang pembatasnya didominasi oleh unsur alam (natural), maka ruang yang terbentuk disebut open space ” ruang terbuka” . Kegunaan pantai dok II adalah sebagi ruang terbuka yang dibutuhkan masyarakat.
b. Menyediakan ruang terbuka yang befungsi sebagai tempat rekreasi.
c. Keperluan Pemda baik pemda Provinsi maupun pemda kota madya menyediakan ruang publik yang memberikan suasana nyaman, tenang guna penyegaran kembali ‘refresh’ diakhir pekan.
d. Keperluan Badan SAR guna latihan evakuasi korban bencana alam.
e. Keperluan masyarakat akan ruang publik yang berfungsi sebagai ruang terbuka sekaligus taman rekreasi
4.3 Keterkaitan Proyek dengan Kegiatan Lain Di Sekitarnya
Kegiatan yang berada disekitar lokasi pantai dok II adalah
· kegiatan pemerintahan-kantor Gubernur,
· kegiatan nelayan-warga disekitar,
· kegiatan selam Badan SAR
· kegiatan rekreasi warga ( renang, jogging, dan internet gratis)
RONA LINGKUNGAN HIDUP
Dalam bab ini hendak dikemukakan rona lingkungan hidup selengkapnya
5.1 Fisik Kimia
1) Iklim dan Kualitas Udara
Tabel 5.1
Rata-rata Curah hujan dan Hari hujan
pada Stasion Dok II Kota Jayapura
Average of Rain Falls at and raindays Dok II Station
Bulan | Curah Hujan | Hari Hujan |
Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember | 188 188 500 405 187 113 - 161 136 149 - 183 | 17 18 19 11 14 10 - 11 14 15 - 4 |
Sumber : Badan Meteorologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura
Secara umum beriklim Tropis dengan suhu rata-rata 28ºC dan kelembaban udara 82%.Musim Hujan berkisar antara bulan Juli s/d bulan September dengan curah hujan maksimum pada bulan Februari.
Daerah Jayapura merupakan daerah gunung dan lembah dengan ketinggian rata-rata 0-300 m DPL. Secara morfologi kota Jayapura merupakan dataran pantai dan pegunungan sedangkan Kabupaten merupakan dataran pegunungan dan dataran rendah yang bergelombang dengan kemiringan berkisar antara 0° – 10° yang ditutupi oleh endapan aluvioil. Pada dataran pegunungan mengalir sungai kecil kelaut dan kedanau.
2) Fisisografi
Keseluruhan kawasan Kota dan Kabupaten Jayapura merupakan dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 100-500 m diatas permukaan air laut.
Pegunungan yang ada diwilayah kabupaten Jayapura antara lain adalah pegunungan Vanress, Gauter, Foja, Benggo, Karamar, Cycloop dan Irier. Pegunungan Vanress terdapat didaerah Mamberamo melewati Mamberamo Tengah dan Hulu bersambungan dengan pegunungan Gauter, Foja dan Benggo. Jalur pegunungan ini membelok keselatan bersambungan dengan pegunungan Karamar yang membentang sepanjang daerah perbatasan. Pegunungan Cycloop membentuk pegunungan sebelah utara yang meliputi Kecamatan Sentani dan Depapre. Dengan kondisi topografi sebagaimana diuraikan diatas, sebagian besar masyarakat akan sulit memperoleh air karena secara topografi sulit untuk membuat sumber air cukup besar. Dengan demikian kondisi topografi merupakan kekuatan. Topografi wilayah Jayapura cukup bervariasi mulai dari dataran yang landai, berbukit, / gunung terdapat ± 60% areal yang tidak layak dihuni karena tampak perbukitan yang terjal dengan kemiringan diatas 40%, rawa-rawa berstatus konservasi atau hutan lindung. Kota Jayapura berada pada ketinggian 1 – 700 meter diatas permukaan laut. Hanya ± 40% lahan yang layak huni sebagian besar lahan tersebut terdapat di distrik Muara Tami yang berbatasan dengan negara Papua New Guinea.
3) Hidrologi
Secara geologi lapisan tanah Kota Jayapura mayoritas terbentuk dari daerah rawa yang ditimbun oleh tanah padat (karang), kondisi demikian menyebabkan adanya kesulitan untuk memperoleh air tanah, kalaupun ada maka berdasarkan hasil analisa air tersebut mengandung zat kapur, mangan, zat besi, yang cukup tinggi.
4) Ruang, lahan, dan tanah
5.2 Biologi
1) Flora
Keadaan Flora (tumbuhan) Pantai Dok II, di taman pantai dok II terdapat 2 pohon cemara dan sejenis tanaman hias (pohon) di sepanjang jalur pejalan kaki (trotoar) sedangkan untuk flora yang di pantai (air) tidak nampak secara langsung keberadaan rumput laut, atau jenis tumbuhan air yang lain,
2) Fauna
Keadaan fauna (hewan) pantai Dok II dari hasil pengamatan saya antara lain ikan ‘poro bibi’ dan jenis ikan hias lainnya yang ukurannya kecil-kecil. Fauna yang masih ada telah beradaptasi dengan keadan sekarang. Sehingga fauna yang dapat bertahan dalam perubahan ekosistem pantai Dok II hanya seperti yang telah saya sebutkan. Dari hasil pengamatan saya dahulu ada sebuah restoran yang mengambil posisi tepat di samping Pantai Dok II sekarang telah di bongkar( perihal ini saya tidak mengetahuinya lebih jauh) sehingga dengan berkurangnya aktifitas di bagian pantai dok II yang lain akan memberikan peluang bagi Fauna laut seperti ikan dapat bermain ke tempat tersebut (karena pada saat observasi saya melihat ada beberapa bapak yang sedang memancing di reruntuhan bekas cafe).
5.3 Sosial
Komponen sosial yang penting untuk ditelaah anatarnya :
1) Demografi
Demografi (penduduk) kota jayaypura. Pantai dok II sebagai taman rekreasi di kota Jayapura sering di kunjungi oleh warga kota Jayapura.
Tabel 5.1
Jumlah Penduduk Kota Jayapura
Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin
Population of Jayapura Municipality by Age Group and Sex,2005
Kelompok Umur | Laki-laki | Perempuan | Jumlah |
0-4 5-9 10-14 15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65+ | 17.005 13.742 9.178 7.151 11.133 13.001 14.975 11.431 5.935 3.365 5.374 2.051 878 797 | 13.508 10.947 8.067 6.934 10.684 17.081 13.194 7.708 4.331 3.993 2.603 1.192 557 1.012 | 30.513 24.689 17.245 14.085 21.817 30.082 28.169 19.139 10.266 7.588 7.977 3.243 1.435 1.809 |
Jumlah | 116.216 | 101.811 | 218.027 |
Sumber : BPS Kota Jayapura
2) Ekonomi
Tabel 5.3
Pendapatan Domestik Regional Bruto
Kota Jayapura
RINCIAN | 2000 | 2002 | 2003 | 2004 | 2005 | 2006 | |
F PDRB ADHK (Jutaan Rupiah) | 1.177.297,61 | 1.333.477,04 | 1.445.952,77 | 1.578.263,94 | 1.713.480,92 | 1.931.666,93 | |
F JUMLAH PENDUDUK PERTENGAHAN TAHUN | 174.138 | 190.845 | 199.790 | 200.192 | 200.360 | 213.753 | |
F PDRB PER KAPITA ADHK ( Rupiah) | 6.760.716,27 | 6.987.225,44 | 7.237.363,08 | 7.883.751,30 | 8.552.010,98 | 9.036.911,44 | |
Sumber : PRODUK DOMESTIK BRUTO KOTA JAYAPURA 2006/2007 |
PRAKIRAAN DAMPAK BESAR DAN PENTING
6.1 Prakiraan Dampak Kegiatan
Kami menggunakan metoda modifikasi dari matriks Leopold
1) Tabel Penilaian
Tabel 6.1 Penilaian dan Evaluasi terhadap Komponen Lingkungan
1 | Macam | Skala | Besaran (%) | Tafsiran |
2 | Keadaan Komponen Lingkungan | 1 2 3 4 5 | 1-20 21-40 41-60 61-80 81-100 | Sangat Buruk Buruk Sedang Baik Sangat Baik |
3 | Kepentingan Komponen Lingkungan | 1 2 3 4 5 | 1-20 21-40 41-60 61-80 81-100 | Kurang Penting Cukup Penting Penting Lebih Penting Sangat Penting |
4 | Keadaan Kualitas Lingkungan | 1 2 3 4 5 | 1-20 21-40 41-60 61-80 81-100 | Sangat Buruk Buruk Sedang Baik Sangat Baik |
5 | Tafsiran Dampak | 1 2 3 4 5 | 1-20 21-40 41-60 61-80 81-100 | Dampak Sangat Kecil Dampak Kecil Dampak Sedang Dampak Besar Dampak Sangat Besar |
Tabel 6.2 Matriks Prakiraan Dampak Metoda Modifikasi dari Metoda Leopold
Aktivitas Komponen | Renang | Jogging | Hot Spot (Internet Gratis) | Latihan Evakuasi SAR | PKL | Jumlah |
Udara | 3 2 | 3 2 | 3 2 | 3 2 | 3 4 | 15/12 |
Cuaca | 3 2 | 3 1 | 3 1 | 3 1 | 3 5 | 15/10 |
Air | 3 5 | 3 5 | 3 5 | 3 5 | 3 4 | 15/24 |
Pasir | 3 3 | 3 3 | 3 3 | 3 3 | 3 3 | 15/15 |
Fauna | 2 3 | 2 3 | 2 3 | 2 3 | 2 3 | 10/15 |
Flora | 3 4 | 3 4 | 3 4 | 3 4 | 3 5 | 15/21 |
Jumlah | 17 17 | 17 17 | 17 17 | 17 17 | 17 24 | 85 / 97 |
Sumber : Hasil Analisa
Keterangan simbol :
+ = Dampak Positif
- = Dampak Negatif
M = Tingkat Besar Dampak
I = Tingkat Kepentingan Dampak
6.2 Penetuan Arti Penting
Tabel 6.3 Penentuan Arti Penting
Aktivitas Komponen | Renang | Jogging | Hot Spot (Internet Gratis) | Latihan Evakuasi SAR | PKL | Jumlah |
Udara | Cukup penting | Cukup Penting | Cukup Penting | Cukup Penting | Lebih Penting | 15/9 |
Cuaca | Cukup Penting | Cukup Penting | Cukup Penting | Cukup Penting | Lebih Penting | 15/10 |
Air | Sangat Penting | Cukup Penting | Cukup Penting | Sangat Penting | Lebih Penting | 15/24 |
Pasir | Sangat Penting | Cukup Penting | Lebih Penting | Cukup Penting | Lebih Penting | 15/15 |
Fauna | Sangat penting | Kurang Penting | Kurang Penting | Kurang Penting | Cukup Penting | 10/15 |
Flora | Cukup Penting | Sangat Penting | Cukup Penting | Lebih Penting | Lebih penting | 15/21 |
Jumlah | 85 / 94 |
6.3 Kegiatan Yang menimbulkan Dampak Besar dan Penting
Sehingga kegiatan yang menimbulkan Dampak Besar dan Penting adalah Kegiatan PKL ketika hari libur (hari minggu) dan Hot Spot (internet gratis), merupakan kegiatan yang berkait dengan banyak orang dan akibat lingkungan yang akan dihadapi penting untuk di cegah (mitigasi)
EVALUASI DAMPAK BESAR DAN PENTING
Bab ini memberikan uraian mengenai hasil telaahan dampak besar dan penting dari rencana kegiatan. Hasil evaluasi ini selanjutnya
Aktivitas Komponen | Renang | Jogging | Hot Spot (Internet Gratis) | Latihan Evakuasi SAR | PKL | Jumlah |
Udara | Cukup penting | Cukup Penting | Cukup Penting | Cukup Penting | Dampak Sedang | 15/9 |
Cuaca | Cukup Penting | Cukup Penting | Cukup Penting | Cukup Penting | Dampak Sedang | 15/10 |
Air | Sangat Penting | Cukup Penting | Cukup Penting | Sangat Penting | Dampak Besar | 15/24 |
Pasir | Sangat Penting | Cukup Penting | Lebih Penting | Cukup Penting | Dampak Sedang | 15/15 |
Fauna | Sangat penting | Kurang Penting | Kurang Penting | Kurang Penting | Dampak Sedang | 10/15 |
Flora | Cukup Penting | Sangat Penting | Cukup Penting | Lebih Penting | Dampak Besar | 15/21 |
Sosial | Sangat Penting | Kurang Penting | Sangat Penting | Cukup Penting | Dam pak Sedang | 85 / 94 |
Komentar
Posting Komentar