Cerita Rakyat dari kampung Entyebo
Cerita Rakyat dari kampung Entyebo atau yang lebih dikenal dengan sebutan kampung wisata Tablanusu
dear Blogger ini hanya sepenggal cerita rakyat yang saya sadur berdasarkan keterangan dari salahn seorang keluarga saya di sana (kampung Tablanusu)
mungkin memberi kesan setengah hati, tapi mohon sumbangan saran dari para blogger tentang bagaimana sich cerita rakyat yang asyik di baca!
“ Hai Bitiya Promai mungkin kau tidak kenal saya kau tunggu pembalasan ku”
Kemarahan Buka Daimoi tersebut dibalasnya dengan memanggil ombak menenggelamkan kampung Kewayo ( Kampung Tablanusu I). Pada waktu yang bersamaan dimana ombak memecah/menenggelamkan kampung. Warga kampung kewayo sedang mengadakan pesta di salah satu kampung di Distrik Depapre yaitu Kampung Yepase.
Peristiwa ini terjadi saat malam hari pada saat masyarakat pulang pagi harinya dari pesta adat, dari atas gunung tablasupa dan memandang ke kampung yang tenggelam akibat kemarahan Buka daimyo. Akhirnya warga pulang dengan hati yang sedih kembali ke kampung yang sudah tenggelam, dan sejak itu warga mengungsi/pindah ke Bitiya yo( hidup menetap di bawah gunung Bitiya)
Saat ini tempat yang di kisahkan dalam cerita rakyat di atas, kini sedang di rombak salah seorang anak kampung ini menjadi tempat wisata. apalagi kampung ini berada tepat di sebelah kiri dari pelabuhan peti kemas di kabupaten Jayapura yang sedang dalam proses pembangunan.
dear Blogger ini hanya sepenggal cerita rakyat yang saya sadur berdasarkan keterangan dari salahn seorang keluarga saya di sana (kampung Tablanusu)
mungkin memberi kesan setengah hati, tapi mohon sumbangan saran dari para blogger tentang bagaimana sich cerita rakyat yang asyik di baca!
“ Hai Bitiya Promai mungkin kau tidak kenal saya kau tunggu pembalasan ku”
Kemarahan Buka Daimoi tersebut dibalasnya dengan memanggil ombak menenggelamkan kampung Kewayo ( Kampung Tablanusu I). Pada waktu yang bersamaan dimana ombak memecah/menenggelamkan kampung. Warga kampung kewayo sedang mengadakan pesta di salah satu kampung di Distrik Depapre yaitu Kampung Yepase.
Peristiwa ini terjadi saat malam hari pada saat masyarakat pulang pagi harinya dari pesta adat, dari atas gunung tablasupa dan memandang ke kampung yang tenggelam akibat kemarahan Buka daimyo. Akhirnya warga pulang dengan hati yang sedih kembali ke kampung yang sudah tenggelam, dan sejak itu warga mengungsi/pindah ke Bitiya yo( hidup menetap di bawah gunung Bitiya)
Saat ini tempat yang di kisahkan dalam cerita rakyat di atas, kini sedang di rombak salah seorang anak kampung ini menjadi tempat wisata. apalagi kampung ini berada tepat di sebelah kiri dari pelabuhan peti kemas di kabupaten Jayapura yang sedang dalam proses pembangunan.
Komentar
Posting Komentar