Nilai-Nilai Keluarga

Dear Blogger semua, tak tahu mengapa saat ini saya sedang tertarik pada “Nilai-Nilai yang di tanam dalam keluarga”. Apalagi di tengah perkembangan dunia yang begitu cepat Negara kita Indonesia pun tak terelakan ikut dalam arus Globalisasi yang semakin Cepat. Kenapa saya katakan makin Cepat. Coba lihat foto kawan saya di salah satu jejaring social”my teddy bear” di sertai tag fotonya bersama boneka bear kesayangannya. Upload lanhgsung dari ponsel. Di status yang sama ada wanita lain yang sedang mencerca habis seseorang lewat status-nya. Wahhh! Bukan suatu yang asing semua jadi biasa di dunia maya dengan Cepatnya teknologi membantu mengisi ekspresi anak muda dan kebutuhannya akan hubungan social.
Yach mungkin kutipan berikut ini tak begitu mengena dengan opini saya di atas tapi mengapa saya begitu sangat yakin bahwa Nilai-Nilai dalam Keluarga itu sesungguhnya membuat kita menjadi pribadi yang kokoh dalam iman kita dan berkualitas dalam kehidupan kita oleh karena kita mampu menyerap hal-hal di sekitar kita untuk di cerna hal positif yang diambil untuk di tiru dan hal negative yang tak boleh di simpan apalagi di tiru.

Mengajarkan Nilai-nilai Khusus
Kasih
Mengajarkan tentang kasih tidak selalu berarti membelikan benda-benda atau mengahbiskan waktu bersam anak. Yang lebih penting adalah mengetahui kebutuhan anak, yaitu:
- Mandiri, melakukan sesuatu untuk diri mereka sendiri.
- Didengarkan, opini dan perasaan yang di perhatikan.
- Privasi. Memiliki hak pribadi dan tempat pribadi.
- Pilihan, untuk bersama dengan teman-teman mereka.
Hormat
Jika anda ingin mengajar anak bersikap hormat, anda juga harus menghormati mereka. Ini bisa terlihat dari cara anda berbicara dengan mereka, , menanggapi usul, opini dan perasaan mereka. Milikilah kemampuan mendengarkan dan tunjukan bahwa pendapat mereka penting.
Peduli
Pakailah waktu yang ada ketika bersama keluarga untuk saling berbagi. Bisa dengan berbagi perasaan, canda, atau apa saja yang baik untuk di bagikan. Pihak yang lebih dewasa (Orang tua/kakak) juga harus bisa lebih dulu memnunjukan perhatian mereka pada yang lebih muda.
Jujur
Jika anda sering meminta anak untuk berbohong pada orang lain jangan berharap anak anda akan jujur pada anda. Demikian halnya jika nada sering tidak jujur, tidak menepati janji atau berbohong tentang diri anda , itu akan membuat anak anda melakukan hal yang sama. Tunjukan teladan, tanamkan pengertian bahwa tujuan atau kebutuhan bisa tercukupi tanpa perlu berbohong.

Komentar